PERBEDAAN LIPID DAN LEMAK, SERTA PROSES LEMAK DI DALAM TUBUH
Seringkali kita mendengan istilah
lipid dan lemak, nah pada umumnya orang
akan mengatakan bahwa lipid itu sinonim dari lemak, yang artinya sama dengan
lemak. Namun pada dasarnya lipid dan lemak itu berbeda, apa yang membedakannya?
Simak penjelasan dibawah ini yaa...
Lipid adalah sekelompok senyawa
heterogen, Ada berbagai jenis lipid yang ditemukan dalam organisme hidup
seperti lilin, lemak, steroid, gliserida, fosfolipid dan vitamin larut lemak
dll.. Sifat umum lipid antara lain tidak larut dalam air dan larut dalam
pelarut non polar seperti misalnya eter dan kloroform. Lipid merupakan salah
satu zat yang kaya akan energi yang penting dan dipergunakan dalam metabolisme
tubuh.
Lipid
mempunyai fungsi sebagai penghasil panas tubuh, pembentukan dari dinding sel,
pelindung organ tubuh, sumber asam lemak esensial, transporter vitamin larut
lemak, dan sebagai pelumas.
Di antara berbagai sub kelas lipid yang
ditemukan di dalam tubuh kita, ada kelas lipid yang disebut gliserida.
Gliserida dapat berupa, monogliserida, digliserida atau trigliserida tergantung
pada jumlah rantai asam lemak yang hadir dalam satu molekul lemak. Lemak adalah
nama umum yang diberikan kepada trigliserida. Trigliserida terdiri dari tiga
rantai asam lemak bereaksi dengan gliserol membentuk trigliserida produk
diesterifikasi. Ini adalah reservoir energi utama pada mamalia.
Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua
sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di
dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi (Guyton, 2007). Lemak yang terdapat
dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan
asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan
diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Lemak disimpan di dalam jaringan
adiposa, yang berfungsi sebagai insulator panas di jaringan subkutan.
Lemak tidak larut dalam air, berarti lemak juga
tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran
darah, maka di dalam plasma darah, lemak akan berikatan dengan protein spesifik
membentuk suatu kompleks makromolekul yang larut dalam air. Ikatan antara lemak
(kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut
lipoprotein. Berdasarkan komposisi, densitas, dan mobilitasnya, lipoprotein
dibedakan menjadi kilomikron, very low density lipoprotein (VLDL), low
density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL).
Setiap jenis lipoprotein memiliki fungsi yang berbeda dan dipecah serta dibuang
dengan cara yang sedikit berbeda. Lemak
dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur
endogen (Adam, 2009).
a. Jalur eksogen
Makanan berlemak yang kita makan
terdiri atas trigliserid dan kolestrol. Trigliserida & kolesterol dalam
usus halus akan diserap ke dalam enterosit mukosa usus halus. Trigliserida akan
diserap sebagai asam lemak bebas sedangkan kolestrol, sebagai kolestrol. Di
dalam usus halus asam lemak bebas akan diubah lagi menjadi trigliserida,
sedangkan kolestrol mengalami esterifikasi menjadi kolestrol ester. Keduanya
bersama fosfolipid dan apolipoprotein akan membentuk partikel besar
lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam
aliran darah. Trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim
lipoprotein lipase yang berasal dari endotel, sehingga terbentuk asam lemak
bebas (free fatty acid) dan kilomikron remnant (Adam, 2009).
`Asam lemak
bebas dapat disimpan sebagai trigliserida kembali di jaringan lemak (adiposa),
tetapi bila terdapat dalam jumlah yang banyak sebagian akan diambil oleh hati
menjadi bahan untuk pembentukan trigiserid hati. Sewaktu-waktu jika kita
membutuhkan energi dari lemak, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan
gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi
energi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam
lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan
disebut sebagai asam lemak bebas (Adam, 2009).
Kilomikron
remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas.
Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang
akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu
proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan
melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ
hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur
endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil),
dibuang dari aliran darah oleh hati. Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati
dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian
dikirimkan ke dalam aliran darah (Adam, 2009).
b. Jalur endogen
Pembentukan trigliserida dan
kolesterol disintesis oleh hati diangkut secara endogen dalam bentuk VLDL.VLDL
akan mengalami hidrolisis dalam sirkulasi oleh lipoprotein lipase yang
juga menghidrolisis kilomikron menjadi IDL(Intermediate Density
Lipoprotein). Partikel IDL kemudian diambil oleh hati dan mengalami
pemecahan lebih lanjut menjadi produk akhir yaitu LDL.LDL akan diambil oleh
reseptor LDL di hati dan mengalami katabolisme.LDL ini bertugas menghantar
kolesterol kedalam tubuh. HDL berasal dari hati dan usus sewaktu terjadi
hidrolisis kilomikron dibawah pengaruh enzim lecithin cholesterol
acyltransferase (LCAT). Ester kolesterol ini akan mengalami perpindahan
dari HDL kepada VLDL dan IDL sehingga dengan demikian terjadi kebalikan arah
transpor kolesterol dari perifer menuju hati.Aktifitas ini mungkin berperan
sebagai sifat antiterogenik (Adam, 2009).
Jadi, perbedaan antara lipid dan lemak adalah Lipid merupakan
kelas utama biomolekul. Lemak (trigliserida) milik gliserida kelompok, yang
merupakan sub kelas lipid.
Makanan berlemak yang kita makan terdiri atas
trigliserid dan kolestrol yang nantinya akan di peroses di dalam tubuh, namun
yang jadi permasalahannya adalah sering kita mendengar bahwa kolesterol dapat
menyebabkan penyakit yang berbahaya, mengapa hal itu bisa terjadi? Dan bagaimana
kaitannya dengan proses kolesterol di dalam tubuh?
Baiklah saya akan mencoba mencawab permasalahan mengapa kolesterol itu bisa terjadi dimana Kolesterol tinggi adalah kondisi di mana tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal sehingga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati serta sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Fungsi kolesterol adalah turut memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, atau vitamin D. Walaupun dibutuhkan, kolesterol yang berlebih akan tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah. Akibatnya, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke. Selain faktor genetik, kolesterol tinggi juga bisa terjadi karena mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol atau kurang berolahraga.
BalasHapusDi dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein yang disebut lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein, yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat, dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang
Kelebihan kolesterol bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi atau karena kurang berolahraga.
Saya akan mencoba menanggapi persoalan diatas yang mana Kolesterol adalah salah satu sterol yang penting dan terdapat banyak di alam di alam. Kolesterol terdapat pada hampir semua sel hewan dan semua manusia. Pada tubuh manusia, kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar (adrenal cortex), dan jaringan syaraf. Mula-mula kolesterol diisolasi dari batu empedu karena kolesterol ini merupakan komponen utama batu empedu tersebut. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena, dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, serta mempunyai titik lebur 150-151oC. Endapan kolesterol apabila terdapat dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah menjadi makin tebal. Hal ini mengakibatkan juga berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Dengan demikian, maka aliran darah akan terganggu.
BalasHapussaya ingin mencoba menjawab pertanyaan shabrina, menurut literatur yang saya temukan, Menurut survei kesehatan di Amerika, rata-rata orang Amerika memiliki kadar kolesterol pada “batas tinggi”, bahkan 1 diantara 6 orang memiliki tingkat yang tinggi. Mungkin Anda bertanya apakah suatu hal yang sudah begitu umum, dapat menjadi risiko kesehatan yang serius? Jawabannya adalah tentu saja.
BalasHapusBagaimana Kolesterol Tinggi Menyebabkan Serangan Jantung: jika ada sumbatan pada arteri koroner, jantung Anda mendapatkan terlalu sedikit darah dan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, jantung akan menjadi lemah dan rusak. Jika plak pecah, maka gumpalan darah dapat terbentuk di atas penumpukan tersebut sehingga menghambat aliran darah lebih jauh lagi. Atau gumpalan darah tersebut dapat pecah dan mengalir ke arteri di bagian lain dari tubuh. Jika sumbatan menghalangi aliran darah ke jantung Anda, maka Anda akan terkena serangan jantung.
baik saya menambahkan jawaban dimana kolesterol sebenarnya memilki manfaat bagi tubuh, namun kolesterol bisa menjadi berbahaya jika kolesterol yang terdapat pada tubuh berlebihan.
BalasHapuskolesterol yang di hasilkan dari dalam tubuh bagus untuk tubuh namun apabila kolesterol itu berasal dari luar tubuh seperti saaat kita mengkonsumsi gorengan, nah kolesterol ini dapat bersifat karsigonik bagi tubuh dan dapat menimbulkan bahaya kangker
BalasHapussaya ingin menjawab pertanyaan sasa, Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati serta sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Fungsi kolesterol adalah turut memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, atau vitamin D. Walaupun dibutuhkan, kolesterol yang berlebih akan tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah.
BalasHapus