Senin, 20 Agustus 2018

KIMIA BAHAN ALAM

PERBEDAAN LIPID DAN LEMAK, SERTA PROSES LEMAK DI DALAM TUBUH 


Seringkali kita mendengan istilah lipid dan lemak, nah  pada umumnya orang akan mengatakan bahwa lipid itu sinonim dari lemak, yang artinya sama dengan lemak. Namun pada dasarnya lipid dan lemak itu berbeda, apa yang membedakannya? Simak penjelasan dibawah ini yaa...
 Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, Ada berbagai jenis lipid yang ditemukan dalam organisme hidup seperti lilin, lemak, steroid, gliserida, fosfolipid dan vitamin larut lemak dll.. Sifat umum lipid antara lain tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut non polar seperti misalnya eter dan kloroform. Lipid merupakan salah satu zat yang kaya akan energi yang penting dan dipergunakan dalam metabolisme tubuh.
 Lipid mempunyai fungsi sebagai penghasil panas tubuh, pembentukan dari dinding sel, pelindung organ tubuh, sumber asam lemak esensial, transporter vitamin larut lemak, dan sebagai pelumas.
Di antara berbagai sub kelas lipid yang ditemukan di dalam tubuh kita, ada kelas lipid yang disebut gliserida. Gliserida dapat berupa, monogliserida, digliserida atau trigliserida tergantung pada jumlah rantai asam lemak yang hadir dalam satu molekul lemak. Lemak adalah nama umum yang diberikan kepada trigliserida. Trigliserida terdiri dari tiga rantai asam lemak bereaksi dengan gliserol membentuk trigliserida produk diesterifikasi. Ini adalah reservoir energi utama pada mamalia.
Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi (Guyton, 2007). Lemak yang terdapat dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Lemak disimpan di dalam jaringan adiposa, yang berfungsi sebagai insulator panas di jaringan subkutan.
Lemak tidak larut dalam air, berarti lemak juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka di dalam plasma darah, lemak akan berikatan dengan protein spesifik membentuk suatu kompleks makromolekul yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut lipoprotein. Berdasarkan komposisi, densitas, dan mobilitasnya, lipoprotein dibedakan menjadi kilomikron, very low density lipoprotein (VLDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL). Setiap jenis lipoprotein memiliki fungsi yang berbeda dan dipecah serta dibuang dengan cara yang sedikit berbeda.  Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur endogen (Adam, 2009).

a. Jalur eksogen
Makanan berlemak yang kita makan terdiri atas trigliserid dan kolestrol. Trigliserida & kolesterol dalam usus halus akan diserap ke dalam enterosit mukosa usus halus. Trigliserida akan diserap sebagai asam lemak bebas sedangkan kolestrol, sebagai kolestrol. Di dalam usus halus asam lemak bebas akan diubah lagi menjadi trigliserida, sedangkan kolestrol mengalami esterifikasi menjadi kolestrol ester. Keduanya bersama fosfolipid dan apolipoprotein akan membentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam aliran darah. Trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase yang berasal dari endotel, sehingga terbentuk asam lemak bebas (free fatty acid) dan kilomikron remnant (Adam, 2009).
  `Asam lemak bebas dapat disimpan sebagai trigliserida kembali di jaringan lemak (adiposa), tetapi bila terdapat dalam jumlah yang banyak sebagian akan diambil oleh hati menjadi bahan untuk pembentukan trigiserid hati. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lemak, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (Adam, 2009).
Kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas. Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati. Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah (Adam, 2009). 

b. Jalur endogen
Pembentukan trigliserida dan kolesterol disintesis oleh hati diangkut secara endogen dalam bentuk VLDL.VLDL akan mengalami hidrolisis dalam sirkulasi oleh lipoprotein lipase yang juga menghidrolisis kilomikron menjadi IDL(Intermediate Density Lipoprotein). Partikel IDL kemudian diambil oleh hati dan mengalami pemecahan lebih lanjut menjadi produk akhir yaitu LDL.LDL akan diambil oleh reseptor LDL di hati dan mengalami katabolisme.LDL ini bertugas menghantar kolesterol kedalam tubuh. HDL berasal dari hati dan usus sewaktu terjadi hidrolisis kilomikron dibawah pengaruh enzim lecithin cholesterol acyltransferase (LCAT). Ester kolesterol ini akan mengalami perpindahan dari HDL kepada VLDL dan IDL sehingga dengan demikian terjadi kebalikan arah transpor kolesterol dari perifer menuju hati.Aktifitas ini mungkin berperan sebagai sifat antiterogenik (Adam, 2009).

Jadi, perbedaan antara lipid dan lemak adalah Lipid merupakan kelas utama biomolekul. Lemak (trigliserida) milik gliserida kelompok, yang merupakan sub kelas lipid.

Makanan berlemak yang kita makan terdiri atas trigliserid dan kolestrol yang nantinya akan di peroses di dalam tubuh, namun yang jadi permasalahannya adalah sering kita mendengar bahwa kolesterol dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya, mengapa hal itu bisa terjadi? Dan bagaimana kaitannya dengan proses kolesterol di dalam tubuh?
 

 
 

6 komentar:

  1. Baiklah saya akan mencoba mencawab permasalahan mengapa kolesterol itu bisa terjadi dimana Kolesterol tinggi adalah kondisi di mana tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal sehingga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati serta sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Fungsi kolesterol adalah turut memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, atau vitamin D. Walaupun dibutuhkan, kolesterol yang berlebih akan tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah. Akibatnya, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke. Selain faktor genetik, kolesterol tinggi juga bisa terjadi karena mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol atau kurang berolahraga.
    Di dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein yang disebut lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein, yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat, dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang

    Kelebihan kolesterol bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi atau karena kurang berolahraga.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menanggapi persoalan diatas yang mana Kolesterol adalah salah satu sterol yang penting dan terdapat banyak di alam di alam. Kolesterol terdapat pada hampir semua sel hewan dan semua manusia. Pada tubuh manusia, kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar (adrenal cortex), dan jaringan syaraf. Mula-mula kolesterol diisolasi dari batu empedu karena kolesterol ini merupakan komponen utama batu empedu tersebut. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena, dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, serta mempunyai titik lebur 150-151oC. Endapan kolesterol apabila terdapat dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah menjadi makin tebal. Hal ini mengakibatkan juga berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Dengan demikian, maka aliran darah akan terganggu.

    BalasHapus
  3. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan shabrina, menurut literatur yang saya temukan, Menurut survei kesehatan di Amerika, rata-rata orang Amerika memiliki kadar kolesterol pada “batas tinggi”, bahkan 1 diantara 6 orang memiliki tingkat yang tinggi. Mungkin Anda bertanya apakah suatu hal yang sudah begitu umum, dapat menjadi risiko kesehatan yang serius? Jawabannya adalah tentu saja.
    Bagaimana Kolesterol Tinggi Menyebabkan Serangan Jantung: jika ada sumbatan pada arteri koroner, jantung Anda mendapatkan terlalu sedikit darah dan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, jantung akan menjadi lemah dan rusak. Jika plak pecah, maka gumpalan darah dapat terbentuk di atas penumpukan tersebut sehingga menghambat aliran darah lebih jauh lagi. Atau gumpalan darah tersebut dapat pecah dan mengalir ke arteri di bagian lain dari tubuh. Jika sumbatan menghalangi aliran darah ke jantung Anda, maka Anda akan terkena serangan jantung.

    BalasHapus
  4. baik saya menambahkan jawaban dimana kolesterol sebenarnya memilki manfaat bagi tubuh, namun kolesterol bisa menjadi berbahaya jika kolesterol yang terdapat pada tubuh berlebihan.

    BalasHapus
  5. kolesterol yang di hasilkan dari dalam tubuh bagus untuk tubuh namun apabila kolesterol itu berasal dari luar tubuh seperti saaat kita mengkonsumsi gorengan, nah kolesterol ini dapat bersifat karsigonik bagi tubuh dan dapat menimbulkan bahaya kangker

    BalasHapus
  6. saya ingin menjawab pertanyaan sasa, Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati serta sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Fungsi kolesterol adalah turut memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, atau vitamin D. Walaupun dibutuhkan, kolesterol yang berlebih akan tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah.

    BalasHapus