Minggu, 15 April 2018

Landasan Teoritis Media Pembelajaran



Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan. Di dalam proses penyampaian informasi ini dengan menggunakan saluran (media) maka komunikan akan menerima informasi/pesan tersebut melalui kelima panca inderanya (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecap).
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
  1. Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
  2. Landasan psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.
  • Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbol, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
  • Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
  • Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.
Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale (Dale’s Cone of Experience).
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Kerucut pengalaman Dale mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman belajar yang bersifat abstrak. Materi yang ingin disampaikan dan diinginkan peserta didik dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru sebagai sumber pesan menuangkan pesan-pesan dalam simbol-simbol tertentu (encoding) dan peserta didik sebagai penerima menafsirkan simbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).
  1. Landasan teknologis. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional, karena cara ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.  Hasil teknologi telah sejak lama dimanfaatkan dalam pendidikan. Banyak yang dharapkan dari alat- alat teknologi pendidikan yang membantu mengatasi berbagai masalah  pendidikan sehingga dapat membantu siswa belajar secara individual dengan efektif dan efisien.
    Dalam konteks pendidikan yang lebih umum, ataupun hanya proses belajar mengajar, teknologi pendidikan merupakan pengembangan penerapan, dan penilaian sistem , teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar manusia. Dengan demikian, aspek- aspeknya meliputi pertimbangan teoritik yang merupakan hasil penelitian, perangkat dan peralatan teknis atau hardware, dan perangkat lunaknya atau software.
    Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan peserta didik belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknologi-teknologi di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik sesuai dengan karakteristiknya.
    Dalam upaya itu, teknolog berkerja mulai dari pengembangan dan pengujian teori-teori tentang berbagai media pembelajaran melalui penelitian ilmiah, dilanjutkan dengan pengembangan disaignnya, produksi, evaluasi dan memilih media yang telah diproduksi, pembuatan katalog untuk memudahkan layanan penggunaannya, mengembangkan prosedur penggunaannya, dan akhirnya menggunakan baik pada tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi. Semua kegiatan ini dilakukan oleh para teknolog dengan berpijak pada prinsip bahwa suatu media hanya memiliki keunggulan dari media lainnya bila digunakan oleh peserta didik yang memiliki karakteristik sesuai dengan rangsangan yang ditimbulkan oleh media pembelajaran itu. Dengan demikian, proses belajar setiap peserta didik akan amat dimudahkan dengan hadirnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
  2. Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
  3. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
  4. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
  5. Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
    Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat.
  6. Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
  7. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)[1].
  8. Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
PERMASALAHAN:
1. Mengapa guru perlu memahami klasifikasi media pembelajaran?
2. Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale (Dale’s Cone of Experience). mengapa demikian? 
3. siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. jelaskan!
1.        

Sabtu, 31 Maret 2018

MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA


PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

            Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu
            Baik lah pada kali ini kita akan membahas mengenai Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran. Namun, sebelum kita membahas tentang prinsip dasarnya kita harus tau dulu ini apa itu Multimedia berikut penjelasaannya
            Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia game. 

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning. 
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.
  Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :

”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik  (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran
 Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
            Ada 12 prinsip yang digunakan dalam merancang multimedia yaitu:
1)        Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4)        Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5)        Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6)        Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7)        Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8)        Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9)        Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yang memperkenalkan sesuatu.
10)        Prinsip Perbedaan Individu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11)        Prinsip Praktek                                
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12)        Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.

jadi, kesimpulannya prinsip-prinsip dalam multimedia ini sangat berpengaruh terhadap penggunaan multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.

Permasalahan:
1. untuk membuat pembelajaran dengan berbasis multimedia diperlukannya guru atau pengajar yang mengerti dengan TIK, bagaimana dengan kondisi guru yang berada di daerah pelosok yang mana mendapatkan batasan sarana dan prasarana?
2.  Banyak kritik telah dilontarkan terhadap pembelajaran multimedia sebagai pembelajaran yang bersifat isolatif sehingga bertentangan dengan tujuan sosial dari sekolah. Siswa seolah-olah dikondisikan untuk menjadi individualis-individualis dan kontak sosial dengan teman-teman menjadi sesuatu yang asing. bagaimana pendapat anda dengan hal ini?
3. adakah pelatihan khusus yang dilakukan untuk para guru dalam multimedia sebagai sarana penunjang dalam pembelajaran?

Jumat, 26 Mei 2017

chemical video

Electromical cell the utilizing electricity to change chemical reaction. The reaction occuring in cathode and anode called electrolisis.
1.      Cathode reaction
a.       The reaction is reduction reaction
b.      For the solution in cell contain AI, AII, Alumunium and Mangan then the irreducible is H2O. But if in cell there are melt or smelt ions active metal, then the irreducible is cation from the active metal.
2.      Anode reaction
a.       The reaction is oxidation reacyion
b.      If anode made of Carbon, Platinium, and Gold. Then anode can not reaction. So the react is anion or water in the solution.
With the provisions:
1.      If in solution there are anion atom oxide as recidual acid then the oxidized in anode is water
2.      If in solution does’nt have oxygen atom, then the oxidized is the anion
3.      If anode made of other materials, beside carbon, platinium, and gold. Then the oxidized is metal.
·         The reduction H2O : 2HO + 2e- .....>>> H2 + 2OH-
·         The oxidation H2O : 2HO           .....>>> O2 + 4H+ + 4e-
Example : write full reaction of zincsulfate with platinium electrode
2 ZnSO4 .....>>> 2 Zn2+ + 2 SO42-                x2
Cathode : Zn2+ + 2e- ....>>> Zn                 x2
Anode : 2H2O ....>>> 4H+ + O2 + 4e-         x1
Cathode :  2 Zn2+ + 4e- ....>>>  2 Zn           
Anode :      2H2O ....>>> 4H+ + O2 + 4e-     -
2 ZnSO4 +  2H2O ....>>> 2 SO42 + 2 Zn + 4H+ + O2
You can see the video about that in link: https://www.youtube.com/watch?v=3TLNpXDaClo


happy watching ^_^

Sabtu, 20 Mei 2017

RPP Curiculum 2013



LESSON PLAN

Education Unit: SMK KARTIKA XX-1 WIRABUANA MAKASSAR
Class / Semester: X / 1
Subject: Chemistry
Basic Material: Atomic Structure
Meeting: 1st
Allocation Time: 2 x 45 minutes

A. Core Competencies:
KI 1: Living and practicing the religious teachings it embraces
KI 2: Living and practicing honest, disciplined, responsible, caring (polite, cooperative, tolerant, peaceful) behavior, courteous, responsive and pro-active and showing attitudes as part of the solution to problems in interacting effectively with the social environment and Nature and in placing ourselves as a reflection of the nation in the association of the world
KI 3: Understanding, applying, analyzing factual, conceptual, procedural knowledge based on his knowledge of science, technology, art, culture, and humanities with the insights of humanity, nationality, state and civilization on the causes of phenomena and events, and applying procedural knowledge to A specific field of study according to his or her talents and interests to solve problems
KI 4: Processing, reasoning, and recruiting in the realm of concrete and abstract realms related to the development of self-study in schools independently, and capable of using methods according to scientific rules
B. Basic Competencies:
KD of KI 1: Recognizing the orderliness of the structure of material particles as a manifestation of God's greatness and knowledge about the structure of matter particles as the result of human creative thinking whose truth is tentative.
Indicator: Be aware of the regularity of the development of the atomic model as a manifestation of the greatness of God YME and the knowledge of atomic structure as the result of human creative thinking whose truth is tentative.

KD of KI 2: Shows scientific behavior (curiosity, discipline, honest, objective, open, able to distinguish facts and opinions, tenacious, responsible, critical, creative, innovative, democratic, communicative) in designing and conducting experiments and discussions Which is manifested in everyday attitude.
Indicator: Shows scientific attitudes and behavior (curiosity, discipline, democracy, and communicative in discussing the development of the atomic model embodied in everyday attitudes.

KD of KI 3: Analyzing the atomic structure based on Bohr's atomic model and modern atomic theory.
Indicator: Compare atomic model development from Dalton atomic theory to Niels Bohr atomic theory.

KD of KI 4: Reasoning the occurrence of cases of compound formation by using the concept of atoms.
Indicator: Present the development of the Dalton atomic model to the Niels Bohr atomic theory.

C. Learning Objectives:
• Learners can be aware of the regularity of the development of the atomic model as a manifestation of the greatness of God YME as a result of human creative thinking that the truth is tentative.
• Through group discussions about the development of the atomic model learners can show curiosity, discipline, democratic, and communicative attitude.
• Learners can compare the development of atomic models from the Dalton atomic model to the Niels Bohr atomic theory.
• Learners can identify the weaknesses and strengths of each atom model.

D. Learning Materials:
• The development of the atomic model

E. Learning Method:
• Approach: Scientific
• Model: Guided Inquiry
• Method: Discussion, presentation, assignment
F. Learning Activities:
Activity
description
Time Allocation
Introduction
·      Teachers respond to greetings and learners' permissiveness.
• Teacher conveys the lesson objectives to be achieved.
• Teacher asks reading assignments about the development of the atomic model.
• Learners form groups into 4 groups for teacher guidance
15 minutes
Core
·       Master shows videos / slides on the development of atomic models ranging from Dalton atomic model to Niles Bohr's atomic model.
• Learners read and observe the development of atomic theory from Dalton atomic model to Niles Bohr atom model. (observe)
• The teacher guides the learner to ask questions about each atom model. (ask)
• Each group was asked to distinguish between Dalton, Thomson, Rutherford and Niels Bohr atom models and to mention the weaknesses and advantages of each atom model. (Explore)
• With group discussions the learners summarize the advantages and disadvantages of each atomic model.
• Learners do group work in LKS. (Associate)
• Each group presented the development of atomic models from the Dalton atomic model to the Niels Bohr atom model and the advantages and disadvantages of each atom model. (Communicate)
60 minutes
Closing
·       The teacher gives the material reinforcement.
• The teacher assigns the learner a reading of matter about the atomic constituent particles for the next meeting
15 minutes

G. Tools and Learning Resources:
1. Tools and Materials
• Notebook
• LCD Projector

2. Learning Resources
• LKS (Student Work Sheet)
• Module 1.01 The Development of the Atomic Model
• Erni Erawati, ST, Chemical Technology and Industrial SMK Class X, Yudhisthira
• Tarti Harjani, Chemistry SMA / MA Class X, Masmedia
• Media (internet, newspapers, etc.) Assessment of Learning Processes and Outcomes:

Assessment Sheet Specification Table
           
           
Aspects/ Indicators
Instrument
Forms
Instruments (test and non test)
Affective (KI 1 & KI 2)
Observation
experiments
Observation Sheet (attached)
Knowledge (KI 3)
Test Write
Description
Description test (attached)
Skills (K4)
Observation
experiments
Observation Sheet (attached)

            Appendix 1: Observation Format of Spiritual Attitude Assessment
           
No
Name
Aspects of Attitude Assessed
Score 
Predict
A
B
C
D
1







2







3








Information:
Spiritual competency competency indicator:
A. Greet and pray in accordance with their respective religions before and after the lesson.
B. Greeting before and after submitting an opinion / presentation.
C. Speaks God's majesty when seeing the greatness of God according to their respective
D. Give thanks and increase faith in the greatness of God while studying

Scoring scale :
Value 4, if always do according to the statement
Value 3, if often do and several times do not perform according to the statement
Value 2, if several times do and often do not do according to the statement
Value 1, if it never performs in accordance with the statement

Appendix 2: Observation Format Assessment of Social Attitude
No
Name
Aspects of Attitude Assessed
Score
Predict
Want to know
honest
democratic
communicative
a
b
c
a
b
c
a
b
c
a
b
c
1















2















3

































Information:
Indicator of social attitude competence:
1. Want to Know
A. Enthusiasm in finding information related to learning materials
B. Take seriously the material presented by the teacher
C. Ask questions related to learning materials

2. Discipline
A. Be present in class on time
B. Work on LKS as directed and timely
C. Obey the rules of the game in independent and group work

3. Democratic
A. Appreciate the opinions of friends or other groups.
B. Accept and forgive other people's mistakes.
C. Accepting a mutual agreement.

4. Communicative
A. Using good and fluent language
B. Be able to ask questions and answer questions well.
C. Able to give ideas / ideas to an existing problem.

Scoring scale :
Value 4, if always do according to the statement
Value 3, if often do and several times do not perform according to the statement
Value 2, if several times do and often do not do according to the statement
Value 1, if it never performs in accordance with the statement


Appendix 3: Observation Format Skills Assessment
No
Name

Aspects of Attitude Assessed
Score

Predict

A
B
C
D
E
1








2








3









Information:
Skill competency indicator:
A. Courage to express an opinion
B. Mastery of matter
C. Ability to ask questions and answer questions
D. Ability to use good and fluent language
E. Performance
Scoring scale :
Value 4 = Very Good, 3 = Good, 2 = Enough, 1 = Less

Appendix 4: Knowledge Assessment Instrument
Problem Description: (Group Duty)
1. Draw the atomic model from the Dalton atom model to the Niels Bohr atom model!
2. Name each of the advantages and disadvantages of the atomic model from the Daltom atom model to the Niels Bohr atomic model!

No
Answer

Score
1.
Dalton: Atoms are described as very small solid spheres, an element that has identical and different atoms for different elements.
(Score 2 if correct and complete answer)
Thomson: Suggests an atomic model such as a raisin bread or an onde-onde cake. A solid bulb whose surface is surrounded by electrons and other particles that are positively charged so that the atoms are neutral.
(Score 2 if correct and complete answer)

The Rutherford hypothesis is an atom composed of nuclei and electrons that surround it. The nucleus of the atom is positively charged and the atomic mass is centered on the nucleus of the atom.
(Score 2 if correct and complete answer)


Niles Bohr: The atom consists of a positively charged nucleus and is surrounded by a negatively charged electron in a path.
Electrons can move from one passage to another by absorbing or emitting energy so that the atomic electron energy will not decrease.
If the track moves to a higher path then the electrons will absorb energy. If switching to a lower path will emit energy.
  (Score 2 if correct and complete answer)

8
2.
Dalton atomic model: Pros:
• Began to generate interest in research on atomic models (If true score 1)
Weaknesses:
• Does not explain the relationship between the compound solution and the electric current conductivity, if the atom is the smallest part of an element and can not be subdivided (If true score 1)
Thomson atom model: Advantages:
• Proves the presence of other negatively charged particles in the atom. Means the atom is not the smallest part of an element. It also ensures that atoms are composed of particles that are positively and negatively charged to form neutral atoms. Also prove that electrons are present in all elements (If true score 1)
Weaknesses:
• Not yet able to explain how the arrangement of positive charge in the ball and the number of electrons (If true score 1)
Rutherford atom model: Advantages:
• Make a hypothesis that atoms are composed of nuclei of atoms and electrons that surround the core (If true score 1)
Weaknesses:
• The model can not explain why electrons never fall into the nucleus according to the theory of physics of the kunatum. (If correct score 1)
Niels Bohr atom model: Advantages:
• Mengu proves an electron path for hydrogen atoms (If true score 1)
Weaknesses:
• Can only explain atoms that have single electrons like hydrogen gas, but can not explain the color spectrum of atoms that have many electrons (If true score 1)
·           
8

Sum
16

           Value acquisition score
 Obtaining the value of the learner =                                      × 4
               Maximum score

The Quantitative Value Index with Scale 1 - 4 and 0 - 100 is
Conversion of the final value
Predicate
(Knowledge and Skills)
Attitude Classification
Scale 0 – 100
Scale 1 - 4
86 -100
4
A
SB
81- 85
3.66
A-
76 – 80
3.33
B+
B
71-75
3.00
B
66-70
2.66
B-
61-65
2.33
C+
C
56-60
2
C
51-55
1.66
C-
46-50
1.33
D+
K
0-45
1
D