Sabtu, 28 April 2018

Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembanga



Kali ini kita akan membahas tentang pengembangan multimedia, dimana multimedia itu sendiri sangat membantu kita di dalam kegiatan belajar dan mengajar, nah karena saya sulit untuk mengingat dan jadi saya menggunakan Mind Mapping dalam membantu saya mengingat.
Apa itu mind mapping?
Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.
Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.
Nah, disini saya menggunakan aplikasi EDRAW MIND MAP, adapun cara pengunaannya adalah:
1.             Pastikan Anda sudah memiliki aplikasi Edraw Mind Map atau Edraw Max jika Anda belum memilikinya Anda dapat mendownloadnya di internet     
2.             Klik ikon tersebut
3.             Kemudian klik “create”
4.             Masukkan gambar pada bagian bawah Librarry terdapat gambar buku dengan tanda panah ke bawah
5.             Klik tanda panah tersebut untuk memilih gambar yang diinginkan
6.             Kemudian “drag and drop” gambar tersebut ke lembar kerja
7.             Anda dapat menambakan tulisan dengan cara klik dua kali pada shape atau gambar
8.             Untuk mengubah background Anda dapat melakukan langkah berikut:
a.       Pada bagian bawah Librarry terdapat gambar buku dengan tanda panah ke bawah
b.      Klik tanda panah tersebut
c.       Pilih pada bagian general
d.      Pilihlah background/ backgrounds 2
e.       Kemudian “drag and drop” gambar background yang dipilih ke lembar kerja
9.             Setela Mind Map selesai Anda dapat menyimpannya dalam bentuk file project dengan pilih “Save”
10.         Anda dapat meng-export hasil karya Anda agar Anda dapat melihatnya tanpa membuka aplikasi Edraw Mind Map atau Edraw Max dalam bentuk pdf/jpg/png/dll. Caranya yaitu:
a.       Klik “Graphic”
b.      Pilih “Graphic Format”
c.       Pilih salah satu bentuk jpg/png/gif
d.      klik “Save”
e.       Kemudian pilih “original size”
f.       Pilih “Whole pages”
g.      Klik “OK”
h.      File sudah ter export

selain aplikasi ini saya juga membuat mind map dengan aplikasi MIND42, perbedaannya dengan aplikasi sebelumnya adalah pada aplikasi ini bisa menampilkan slideshow hasil mind mapping itu sendiri, dan sewaktu pengerjaan dilakukan secara online. berbeda dengan aplikasi yang pertama tadi hanya menampilkan hasil akhir berupa gambar. Kedua aplikasi ini bisa diakses dengan internet sehingga memudahkan proses belajar karena bisa di lihat oleh seluruh peserta didik.
Mind Mapping akan sangat bermanfaat dalam Pembelajaran terutama dalam ketrampilan mencatat dan mengingat, antara lain:
·         membantu dengan kemampuan otak untuk berkonsentrasi
·         memungkinkan esensi materi menjadi jelas
·         secara visual relatif lebih jelas urutan dan informasinya
·         membuat sambungan antara ide-ide mudah untuk dilihat
·         meningkatkan daya ingat menjadi Long term memory
·         meningkatkan keyakinan kita dalam kemampuan kita untuk belajar

berikut hasil mind mapping yang telah saya buat
1.    dengan menggunakan aplikasi EDRAW MIND MAP
file:///D:/sasa/mind%20map%20shabrina.html
        
  2.    dengan menggunakan aplikasi MIND42

permasalahan:
1.    bagaimana pendapat saudara dengan belajar dengan mengunakan mind mapping? Apakah efektif?
2.    Berdasarkan mind map yang telah saya buat, adakah kekurangan?

Minggu, 22 April 2018

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1.      Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
2.      Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.      Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.      Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Konsep dasar perancangan aplikasi e-learning
1. Perancangan sistem adalah penetuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Apabila sistem tersebut berbasis computer, perancangan dapat menyertakan spesifikasi peralatan yang akan digunakan.
2. Perancangan terdiri dari perancangan logis adalah melengkapi eksternal level schema dan menerjemahkan persyaratan data para pemakai dan program aplikasi ke dalam conceptual level schema sedangkan perancangan fisik adalah mengubah hasil rancangan konsep ke dalam struktur penyimpanan fisik.
3. E-learning tersusun dari dua bagian, yaitu 'e' yang merupakan singkatan dari 'electronica' dan 'learning' yang berarti 'pembelajaran'. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya, elearning menggunakan jasa audio, video atau perangkat computer atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang dalam pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelite atau computer.

Beberapa Prinsip Penting dalam Teori e-Learning

Berikut ini beberapa prinsip penting yang dianut dalam teori e-learning, yaitu:

Prinsip Multimedia

Dalam teori e-learning dianut prinsip bahwa pembelajaran yang melibatkan kombinasi beragam media seperti audio, visual,  dan teks akan memberikan kesempatan untuk siswa belajar secara lebih baik dan lebih mendalam dibanding media yang hanya mengakomodasi salah satunya saja.

Prinsip Modalitas

Pembelajaran akan lebih efektif ketika suatu visual dikombinasikan dengan narasi audio dibanding penjelasan melalui teks pada layar. Akan tetapi terdapat pengecualian ketika pembelajar telah mengetahui atau mengenal tentang konten yang sedang disajikan, atau narasi diberikan dalam bahasa asing, atau ketika pembelajar mengulang-ulang bahan pembelajaran multimedia tersebut.
Prinsip Koheren
Prinsip koheren dapat dijelaskan seperti ini: ketika seorang pembelajar (siswa) makin tidak mengetahui tentang konten yang akan dibelajarkan, maka semakin ia terganggu oleh hal-hal yang tidak berhubungan dengan konten yang juga tersaji di dalam media (multimedia) tersebut, seperti musik, bagian video yang tidak berhubungan, grafis, dan sebagainya. Akan tetapi keadaan dapat sebaliknya pada siswa yang telah mengetahui konten tersebut, makin banyak ia mengetahui konten yang disajikan dengan hal-hal lain yang tidak relevan, makin membuat ia termotivasi.

Prinsip Persentuhan

Prinsip persentuhan maksudnya, adalah dalam belajar sesuatu, siswa akan lebih efektif ketika informasi-informasi atau konten yang saling berkaitan dan berhungan disajikan secara bersama-sama atau berurutan.

Prinsip Segmentasi

Belajar, menurut prinsip segmentasi akan lebih efektif ketika konten dipotong-potong menjadi sub-sub bagian sehingga lebih mudah dicerna oleh siswa (pembelajar). Menyajikan konten secara segmental akan membuat pembelajaran menjadi lebih mendalam dan mudah dipahami. Setiap segmentasi pembelajaran juga harus ditunjukkan secara jelas kepada siswa (pembelajar).

Prinsip Simbolik

Dalam e-learning, belajar akan lebih mudah dengan ditambahkannya simbol-simbol yang relevan seperti tanda panah, menambahkan lingkaran pada kata-kata penting, memberi cetak tebal, warna khusus, dan sebagainya.

Prinsip Kontrol oleh Siswa (Pembelajar)

Prinsip kontrol oleh pelajar (siswa) maksudnya adalah, pembelajaran akan semakin efektif ketika mereka mempunyai kesempatan untuk mengontrol kapan mereka memberikan pause, mundur ke belakang, mainkan, berhenti (dalam bentuk tombol-tombol) sehingga mereka mampu menyesuaikan kecepatan pembelajaran dengan kecepatan belajar mereka masing-masing. Atau mereka dapat mengulang-ulang bagian-bagian tertentu yang belum jelas dan kurang dipahami.

Prinsip Personalisasi

Walaupun e-learning sesungguhnya menggunakan komputer dalam pelaksanaannya, akan tetapi prinsip personalisasi tetap harus dipegang teguh. Dalam hal ini, misalnya ketika menggunakan suara untuk narasi, bagaimana narasi dibuat harus diperhatikan baik mengenai kata-kata yang digunakan hingga intonasi dan cara pengucapannya sehingga siswa atau pembelajaran merasa seakan-akan ia tengah belajar dengan manusia dan bukan dengan seperangkat alat.

Prinsip Pre-Training

Prinsip pre-training maksudnya adalah, dalam e-learning perlu disiapkan bahan-bahan pembuka untuk mengenalkan apa yang akan mereka pelajari dengan memberikan misalnya kata-kata kunci atau menyebutkan tujuan yang akan dicapai serta bagaimana mereka akan belajar di awal pembelajaran. Hal ini telah diketahui mampu membantu siswa yang memiliki sedikit pengetahuan (bekal) awal tentang konten yang akan disajikan.

Prinsip Tidak Mubazir

Dalam e-learning perlu dihindari konten yang mubazir. Contoh konretnya misalnya ketika disajikan sebuah grafik lalu diberikan narasi dan diberikan pula penjelasan berupa teks, maka ini dapat dikatakan sebagai sebuah kemubaziran. Jadi ini harus dihindari. Jika grafik ingin ditemani dengan narasi berbentuk audio, maka janganlah menggunakan teks karena justru akan mengganggu, dan begitu pula sebaliknya, jika menggunakan teks, kurangilah narasi.
Demikian beberapa prinsip-prinsip dalam teori e-learning yang harus diperhatikan dalam sebuah pembelajaran menggunakan e-learning atau dalam sebuah multimedia pembelajaran berbasis e-learning.

STRATEGI PENGEMBANGAN MODEL-MODEL E-LEARNING
    Strategi pengembangan model e-learning perlu dirancang secara cermat sesuai tujuan yang diinginkan. Jika kita setuju bahwa e-learning di dalamnya juga termasuk pembelajaran berbasis internet, maka pendapat Haughey (1998) perlu dipertimbangkan dalam pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga kemungkinan dalam strategi pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course”. Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan. Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan meteri pelajaran secara on-line saja, namun harus komunikatif dan menarik.
Permasalahan:
1.      Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Bagaimana cara guru mengefektifkan kondisi di dalam kelas saat menggunakan model ini?
2.      Apa manfaat e-learning bagi guru?
3.      Syarat apa yang sangat di anjurkan dalam pengembangan e-learning?

Kamis, 19 April 2018

Teori Pemerosesan Informasi Berbantuan Media


Teori pembelajaran pemrosesan informasi menurut Gagne
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.
Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :
1.      Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2.      Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
3.      Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan.
Dalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process. An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:
1.   Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2.   Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3.   Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4.   Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5.   Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6.    Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7.   Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8.   Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Penerapan teori yang salah dalam situasi pembelajaran mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral bersikap otoriter, komunikasi berlangsung dalam satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari para tokoh behavioristik dianggap metode paling efektif untuk menertibkan siswa.
Teori Pemerosesan Informasi Menurut Atkinsons
Model pemrosesan informasi menurut Atkinson dan Shiffrin ini mendasarkan pada konsep memori dengan tiga bentuk simpanannya yaitu memori sensoris atau memori cerapan indera, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Setiap bentuk simpanan dari teori ini memiliki kapasitas dan tugas yang berbeda-beda. Memori cerapan indera memiliki kemampuan untuk menyimpan sejumlah informasi yang ditangkap melalui indera yang relatif terbatas untuk periode waktu yang sangat singkat. Pada saat kita memperoleh informasi, informasi tersebut akan ditangkap oleh indera kita lalu masuk ke dalam memori sensoris kita dan dipertahankan dalam waktu yang relative singkat. Setelah itu, informasi tersebut akan ditransfer ke memori jangka pendek. Pada memori jangka pendek informasi dipertahankan selama 30 detik atau kurang.

Tahapan pemerosesan informasi menurut Atkinson
Sensory Memory (SM)
Informasi masuk ke dalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran sesuai dengan inderanya. Sistem persepsi bekerja pada informasi ini untuk menciptakan apa yang kita pahami sebagai persepsi. Karena keterbatasan kemampuan dan banyaknya informasi yang masuk, tidak semua informasi bisa diolah. Informasi yang baru saja diterima ini disimpan dalam suatu ruang sementara (buffer) yang disebut sensory memory. Durasi suatu informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat, kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio. Tahap pemrosesan informasi tahap pertama ini sangat penting karena menjadi syarat untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap berikutnya, sehingga perhatian pembelajar terhadap informasi yang baru diterimanya ini menjadi sangat diperlukan. Pembelajar akan memberikan perhatian yang lebih terhadap informasi jika informasi tersebut memiliki fitur atau ciri khas yang menarik dan jika informasi tersebut mampu mengaktifkan pola pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge).
 Short-term Memory (STM) atau \"Working Memory\"
Short-term memory atau working memory berhubungan dengan apa yang sedang dipikirkan seseorang pada suatu saat ketika menerima stimulus dari lingkungan. Durasi suatu informasi tersimpan di dalam short-term memory adalah 15 – 20 sekon. Durasi penyimpanan di dalam short-term memory ini akan bertambah lama, bisa menjadi sampai 20 menit, jika terdapat pengulangan informasi. Informasi yang masuk ke dalam short-term memory berangsur-angsur menghilang ketika informasi tersebut tidak lagi diperlukan. Jika informasi dalam short-term memory ini terus digunakan, maka lama-kelamaan informasi tersebut akan masuk ke dalam tahapan penyimpanan informasi berikutnya, yaitu long-term memory.
 Long-term Memory (LTM)
Long-term memory merupakan memory penyimpanan yang relatif permanen, yang dapat menyimpan informasi meskipun informasi tersebut mungkin tidak diperlukan lagi. Informasi yang tersimpan di dalam long-term memory diorganisir ke dalam bentuk struktur pengetahuan tertentu, atau yang disebut dengan schema. Schema mengelompokkan elemen-elemen informasi sesuai dengan bagaimana nantinya informasi tersebut akan digunakan, sehingga schema memfasilitasi akses informasi di waktu mendatang ketika akan digunakan (proses memanggil kembali informasi). Dengan demikian, keahlian seseorang berasal dari pengetahuan yang tersimpan dalam bentuk schema di dalam long-term memory, bukan dari kemampuannya untuk melibatkan diri dengan elemen-elemen informasi yang belum terorganisasi di dalam long-term memory (Merrienboer dan Sweller, 2005).
Penyimpanan informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa yang terjadi pada penulisan data ke dalam disket atau hardisk komputer atau pun perekaman suara ke dalam kaset. Kapasitas penyimpanan dalam long-term memory ini dapat dikatakan tak terbatas besarnya dengan durasi penyimpanan seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut tak terbatas dalam arti bahwa tidak ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi baru, berapa pun umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan sebagai informasi yang sudah masuk di dalam long-term memory tidak akan pernah hilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak berhasil diambil kembali (retrieval) karena beberapa alasan.
 Permasalahan:
1.                  Bagaimana cara guru untuk mengaktifkan kembali ingatan siswa terhadap pelajaran?
2.                  Dalam teori gagne, guru sebagai sentral bersikap otoriter. Apakah menurut anda teori ini         efektif di terapkan dalam pemerosesan informasi?
3.                  Informasi masuk ke dalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran sesuai dengan inderanya. Bagaimana cara guru menerapkan pernyataan ini?